Pages

Subscribe:

Jumat, 09 November 2012

MENJADI JUARA KELAS

Haiii kawaannn-kawaaann... :D
masih sehat kan??
semoga masih sehat wal afiat yaa.

postingan kali ini saya ingin berbagi cerita dan mungkin juga tips tentang menjadi juara kelas.
sebelumnya maaf, di sini saya bukan bermaksud pamer tapi hanya ingin berbagi pengalaman.
Baiklah.
kita belajar di sekolah, di SD, SMP, bahkan sampai SMA, pasti dikontrol dengan yang namanya rapor dan ranking kelas. Rapor itu sendiri biasanya bertujuan untuk menjadi laporan hasil belajar untuk orang tua kita sehingga mereka tahu sampai manakah kondisi otak kita. sedangkan ranking itu, menurut saya, akan menjadi acuan dan motivasi bagi kita untuk bisa meningkatkan kualitas belajar kita.
Nah saya menekankan terlebih dahulu di awal. Sebaiknya hindarilah orientasi terhadap juara. Alangkah baiknya kalau berorientasi pada kualitas. anggap saja bahwa Juara itu hanyalah gelar atau bonus dari hasil kerja keras kita.
ketika kita berfokus untuk menjadi juara, dan ternyata kita kalah, kita akan cenderung putus asa dan nggak semangat.
sementara ketika kita berfokus pada kualitas atau "memberikan yang terbaik", kita tidak akan mudah putus asa dan menyesal.

jadi berikut langkah-langkahnya:

1. Berhenti Berorientasi Pada Gelar JUARA

    sesuai yang saya katakan sebelumnya. Mengejar gelar juara itu akan sering berkait dengan pertumpahan darah (dramatis), saling sikut, mau menang sendiri, pelanggaran prinsip win-win solution, egoisme, dan lain-lain. itu hanya kecenderungan menurut pengamatan saya, masih belum terbukti oleh badan pusat statistik. hehehe

2. Senantiasa melakukanYANG TERBAIK
    "Melakukan yang terbaik" ini sering tidak diindahkan banyak orang, terutama kaum pelajar. misalnya, mengapa kita lebih memilih menulis tanpa garis pinggir, jika dengan bantuan garis pinggir, tulisan kita akan rapi. mengapa kita tidak mempersiapkan tugas H min sekian, jika sebuah persiapan yang jauh hari akan menciptakan tugas yang lebih baik. kita bisa  melakukan dan tahu tindakan-tindakan tertentu yang akan meningkatkan hasil kerja (baca: karya) kita, tapi sayangnya kita jarang mau melakukannya dan cenderung menyepelekannya. contoh lain yang paling umum, seorang siswa diberi tugas membuat artikel atau tulisan apapun dengan Ms Word. tapi jarang sekali yang mau mengatur alignment-nya dan margin-nya. padahal semua itu berpengaruh terhadap hasil penilaian orang lain terhadap kerja kita. Sepele tapi mematikan.

3. Jangan Kerjakan PR di Sekolah Pas Mau Bel Masuk
     Ini udah jadi hal yang awam banget di dunia persekolahan. jujur, saya pun pernah melakukannya, tapi hanya "pernah", tidak "sering" atau bahkan "selalu". Sebuah PR kan idealnya dikerjakan di rumah, bukan di sekolah. Kenapa ada yang namanya PR? ya agar kita mau belajar di rumah. mau nggak mau kita kan bakalan mengulang materi yang baru saja diajarkan atau mempelajari materi yang akan datang. Mengerjakan PR di rumah itu banyak banget manfaatnya lho. Selain membangkitkan mood belajar, kita juga akan selangkah lebih maju dari orang lain. selain itu, kita juga akan dapat pujian dari orang tua kalau kelihatan belajar di rumah. hehehe

4. PRINSIP: TIDAK MENCONTEK
    Mencontek juga jadi hal umum di tengah-tengah anak sekolah, terutama pada waktu musim ujian. Larangan mencontek itu sudah banyak, baik di sekolah maupun di agama. Bahkan kegiatan contek mencontek sudah seringkali dikaitkan dengan kegiatan berbohong, kongkalikong, nepotisme, dan bahkan korupsi. (sangar banget yaak?? hehe) Seseorang yang udah keseringan mencontek, dia akan kecanduan. mencontek itu layaknya rokok. sekali coba, ya lanjuuuuut teruussssss. coba deh temen-temen pasang prinsip NGGAK NGOPEK alias ANTI-CONTEK. dengan nggak mencontek, maka kita pasti akan terdorong untuk nyiapin diri sebelum ujian dengan baik kan? nah, nggak usah langsung berubah drastis atau masuk rehabilitasi dari kecanduan mencontek. cobalah untuk perlahan-lahan berubah. kalau kita biasa nya mencontek 8 soal, di tes berikutnya cobalah untuk mencontek 5 soal saja. begitu terus sampai kita nggak bakal nyontek lagi. oke?? hehehe

mungkin itu saja yang saya lakukan untuk bisa menjadi juara kelas selama SD dan SMP (ketika SMA, saya sudah terdepak dari kursi Juara. tapi kan "juara kelas" bukan tujuan saya, jadi saya nggak merasa nyesel. hehehe)
berikut CV (Curiculum Vitae) saya di SD dan SMP sekaligus SMA.
SD kelas 1-4 saya bersekolah di SD Muhammadiyah Gendeng Yogyakarta. di sini saya selalu menduduki ranking 2. Zakaria Abdurrahman adalah sang juara abadi yang sangat sulit digeser pantatnya agar pindah duduknya di peringkat 2. suatu saat saya juara 1 dan mengalahkan Zakaria. namun setelah pembagian rapor, saya langsung sakit selama 2 minggu. Penyakit Chikungunya. aneh ya namanya? yang jelas saya bolak balik rumah sakit Sardjito buat tes darah. itu terjadi waktu saya kelas 4 semester 1. semester 2 nya saya tobat dan kembali ke kursi ranking 2 lagi. hehehe
SD kelas 5-6 saya lanjutkan di SD Panca Budi Medan. (FYI, saya udah pindah dari jogja ke medan naik pesawat mandala airlines. hehe)
di sana saya awalnya masuk ke kelas 6-2. setelah dua bulan, saya langsung naik pangkat ke kelas 6-1. saya mengalami fluktuasi di sini. saya sering ranking 1, tapi sering juga ranking 2 dan 3. hehehe
SMP Panca Budi. Di sini saya merasa bersinar (bukan karena pake Sabun Lux atau Ponds yaa..). saya selalu mendapat juara kelas alias ranking 1, mulai dari masuk kelas 1 sampai lulus. bahkan saya mendapat juara umum beberapa kali.
SMA Taruna Nusantara. di sini saya tak pernah menyentuh bangku ranking satu. untuk mencapai ranking 5 di kelas saja, harus muntah-muntah dan puasa 40 hari. Susah banget deh untuk juara. Tapi saya nggak pernah nyesal tuh. dan faktanya, nilai rata-rata saya selalu naik (tidak pernah di bawah 8). Semua kembali kepada orientasi untuk Memberikan yang Terbaik, bukan Menjadi Juara.

Last, semoga postingan ini bermanfaat.
saya tunggu share dan commentnya yaaa kawan-kawan. :D

0 komentar:

Poskan Komentar